PERLAKUKAN SETAN SEBAGAI MUSUHMU




Salah satu yang membuat kita mau menjadikan seseorang sebagai teman adalah karena ia selalu memberikan saran dan masukan. 

Agar dapat diterima sebagai teman, setan selalu memberikan saran dan ajakan yang terlihat baik,padahal hakikatnya, itu adalah ajakan untuk menemaninya di neraka.


Setan mengajak kita untuk melayani kemarahan kita, baik kepada pasangan, orang tua, teman.

 

Membisikkan pujian pada diri sendiri, iri dengki kepada orang lain dan berbagai penyakit hati lainnya.

Setan membisikkan persangkaan-persangkaan negatif kepada orang lain, agar kita menjadi benci dan hubungan kita retak dan saling menjauh.

Setan membisikkan pembenaran untuk kita mengucapkan cacian dan kata-kata yang bisa membuat orang lain membalasnya,lalu bisa terjadi pertengkaran bahkan pembunuhan.

Setan akan selalu mengajak orang yang sedang marah, untuk menggerakkan tangannya atau untuk meraih sesuatu untuk menyakiti orang lain.

Setan membujuk kita untuk meninggalkan amal yang mendatangkan rahmat Allah dan bisa menghapuskan dosa dengan dalih agar tidak kelelahan, membuat kita merasa terlalu kotor untuk kembali kepada Allah,dan seterusnya.

Ketika kita mendapatkan ujian hidup, setan selalu berusaha seolah ia adalah yang paling mengerti, paling menerima dan menginginkan kebaikan untuk kita padahal ia hanya mencari yang bisa menemaninya di neraka. Karena itulah, Allah ta'ala membuka kedoknya dan mengingatkan kita agar tidak terjerumus bersamanya di neraka.

 

 

Maka ketika persangkaan buruk kepada orang lain mulai terdengar di hati dan fikiranmu, katakanlah : " wahai iblis, engkau adalah musuhku. Dan musuh tidak akan mau melihat kebaikan untuk musuhnya, maka aku tidak akan pernah mengikuti saran dari musuhku.

Ketika ia seolah menjadi orang yang paling mengerti tentang keadaanmu, lalu memberikanmu pembenaran untuk menggerakkan lidah maupun anggota badanmu untuk mengikuti hawa nafsumumu, katakanlah, "pergilah wahai iblis, engkau hanya mencari teman untukmu di neraka."

Ketika bisikan dan ajakan keburukan muncul, ingatlah ayat ini. Terutama ketika hatimu sedang marah, segeralah ikuti sabda Rasul agar engkau bertaawudz,mengambil wudhu, dan mengubah posisimu agar semakin jauh dari objek kemarahanmu.

Sebagaimana para jamaah haji melempari tiang tempat setan pernah berada, dengan penuh kemarahan, lemparilah setan dalam jiwamu, ketika ia mengajakmu pada apa terlihat baik untukmu, padahal hakikatnya, nerakalah ujung ajakan itu.

Semoga Allah memberikan taufiq-Nya kepada kita semua untuk tidak mengikuti bisikan si pendusta yang terkutuk. Aamiin..


Komentar

Postingan Populer