BAGAIMANA MENJADIKAN SHALAT SEBAGAI PENOLONG?
"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu..."
(QS. Al Baqarah:45)
Allah subhanahu wa ta'ala
memerintahkan kita untuk bersabar sebelum melanjutkan mencari
pertolongan dengan shalat.
Karena ketika menghadapi ujian, baik berupa perintah dan
larangan, maupun takdir yang tidak sesuai dengan keinginan, hal pertama yang
kita butuhkan adalah sabar.
Dalam sabar terkandung 3 hal:
1. Meyakini bahwa itulah yang Allah inginkan untuk kita, dan
itulah ketetapan-Nya. Lalu menerimanya.
2. Menahan lisan dari mengucapkan yang dibenci Allah
3. Menahan anggota badan, dari respon yang dibenci Allah.
Dalam sabar, kita menerima ketetapan-Nya.
Penerimaan ini, membuat kita memiliki energi untuk
mengendalikan perasaan dan fikiran, juga ucapan dan tindakan.
Penerimaan kita akan apapun ketetapan-Nya untuk kita, akan
membuka fikiran kita untuk mencari pertolongan Allah dan solusi konkritnya,
ketimbang larut menangisi diri.
Setelah kita menerima, barulah kita bisa tenang dan
merasakan shalat, sebagai media kita untuk menyampaikan permohonan kepada Allah.
Setelah hati kita menerima, barulah kita merasakan
ketundukan kepada Allah, karena kita menjadi sadar, betapa lemahnya kita, dan
betapa besarnya kekuasaan Allah atas diri kita. Rasa kehambaan semakin besar,
sehingga shalat semakin mendekatkan kita kepada Allah, lewat ujian tersebut.
Tanpa lebih dulu menerima, kita akan sulit untuk merasakan
kenikmatan shalat. Bahkan mungkin membuat kita merasa berat untuk shalat,
menyembah Allah. Naudzubillah..
Semoga apapun yang terjadi, semuanya menjadi kebaikan, yang
semakin mendekatkan kita kepada Allah. aamiin..



Komentar
Posting Komentar