MASALAH BISA MENJADI PANGKAL KEBAIKAN
Saya pernah mengeluhkan
kepada guru saya, tentang perasaan tak dihargai , dianggap tak berarti,
ditinggalkan, cinta yang bertepuk sebelah tangan. Juga keinginan dan usaha
berbuat baik yang sering berakhir jadi kisah sedih : penyebab
berurainya air mata. Benci,marah dan kecewa.
Jawabannya adalah
perbaiki pertanyakan kembali apa niat melakukan semua kebaikan itu dan apa apa
yang diharap setelah melakukan kebaikan itu jika benar karena Allah maka tidak
ada kecewa
Berbuat baik itu bisa banyak alasannya bisa karena
tidak enakan bisa karena takut ditinggalkan bisa karena mendapatkan teman
kedudukan kehiduoan popularitas ingin tidak bisa melepaskan dari rasa bersalah
namun yang tidak namun alasan yang tidak akan membagi jiwa hanyalah alasan
Karena Allah
Masalahnya adalah kadang kita merasa kita
memaafkan karena Allah, padahal itu hanya karena kita memang tidak mampu
membalas , atau takut ditinggalkan, atau kuatir akan merusak nama baiknya,
bukan karena Allah. Terbukti ketika memaafkan dan tak membalas,namun kesalahannya
diulang, atau ia tetap ditinggalkan,bahkan mungkin dibalas keburukan, ia sedih
dan kecewa. Lalu kapok untuk memaafkan. Malah mungkin jadi dendam,dst.
Juga
hari ini kita belum bisa sempurna untuk itu terbukti dari berkali-kali nya kita
jatuh dalam kesedihan kekecewaan dan emosi negatif lainnya dalam hubungan kita
dengan orang lain itu adalah mekanisme dari Allah untuk kita mengetahui Sisi
mana yang kotor sehingga perlu dibersihkan Sisi mana yang masih sehingga perlu
diluruskan karena kondisi sempurna tidak dapat dicapai kecuali dengan sederhana
yang dilakukan di sinilah kita melihat pentingnya hadirnya masalah dalam
kehidupan kita karena dengan masalah itu kita semakin mengenali diri kita
sendiri sehingga bisa memperbaikinya.



Komentar
Posting Komentar