GAPAI SURGA DENGAN AMAL HATI
“Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” (QS. At Taubah:51)
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“… Allah telah menetapkan takdir untuk setiap makhluk sejaklima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi”(HR.Muslim)
Ibnu Umar
radhiyallahu ‘anhuma berkata:
" Demi Dzat yang jiwa Ibnu Umar berada di TanganNya, andaikata salah seorang dari mereka memiliki emas sebesar gunung Uhud,kemudian ia menginfakkannya di jalan Allah,niscaya Allah tidak akan menerimanya,hingga ia beriman dengan
takdir.”[HR.Muslim]
Bentuk keyakinan
kepada takdir yang bagaimana yang Allah ta'ala perintahkan?
"...hingga yakin
bahwa apa yang
(ditakdirkan) menimpanya, tidak
akan luput darinya. Serta apa yang (ditakdirkan) luput darinya, tidak akan menimpanya.”
Apapun yang telah
terjadi, itulah takdir.
Apa yang
telah dan terlanjur sampai ke mata kita, telinga
kita, ke perasaan
dan fikiran kita.
Baik yang membuat senang ataupun sedih, itulah takdir kita.
Tidak untuk
ditanyakan kenapa, tapi
untuk diyakini dan diterima sebagai
takdir dan mengharap pahala dari itu.
Untuk disikapi sebagai ujian, dimana Allah ingin menguji, apa respon kita terhadapnya. Apakah respon yang sejalan dengan
apa yang Allah
ta'ala ridhai, atau kita memilih
merespon dengan apa yang diinginkan hawa nafsu kita.
Untuk membuat
menyadarkan, bahwa kita hanyalah hamba.
Karenanya kita siap
untuk diberikan titah apapun dari Pemilik
diri, dan apapun yang kita miliki sekarang.
Dan untuk
ditanyakan, apa hikmahnya dan apa yang harus saya lakukan.
Perintah untuk ini sifatnya fardhu 'ain, sebagaimana tergambar dalam dalil-dalil diatas.
Tidak bisa ditinggalkan, hanya karena ia adalah amal yang tak tampak secara kasat mata.
Karena justru
pandangan Allah tertuju pada hati.
Semoga kita
menjadi hamba yang tidak hanya
sibuk mengejar pencapaian amal-amal lahiriah,
tapi juga amal-amal yang diperintahkan untuk.dikerjakan oleh hati kita.
Aamiin..
Barakallahu
fiikum..
Sesungguhnya orang
yang paling takut
kepada Allah adalah
orang berilmu(qs.fathir) Dengan
ilmu terjaga hati, lisan, anggota tubuh dr bermaksiat kepada Allah
---
Akhirat tujuan,
dunia sarana mencapai tujuan. Bukan sebaliknya.
---
Kalau punya salah,kekurangan atau kelemahan,lalu ditegur orang lain, jangan
cari aman dgn mencari alasan. Krn aman spt itu bisa membuat tdk aman di akhirat.
Jangan merasa puas dan aman, karena berhasil mencari alasan utk kesalahan
dan kelemahan diri.
Karena Allah akan
membalas kita, sesuai kenyataan sebenarnya yg di dalam hati.
---
Busana bagi seorang muslimah, bukan hanya untuk memenuhibkebutuhan lahiriah. tapi untuk memenuhi kebutuhan bathin. karena bathin,
jiwa, hati kita
membutuhkan sebuah sarana
untuk bisa mengontrol dorongan2nya. Dan busana muslimah yang sesuai syariat, yang ikhlas dikenakan karena mengharap rahmat dan takut pd murka-Nya, dan akan mendidik
hati untuk bisa utk itu.




Komentar
Posting Komentar