AGAR TAK TERSIKSA DENGAN KEBURUKAN DIRI SENDIRI

 


“Adakah balasan kebaikan selain kebaikan?” (QS. Ar Rahman: 60)

 

“Dan balasan keburukan adalah keburukan yang sama..” (QS: Asy Syura: 40)

 

Salah satu manfaat berfikir, memandang, berkata dan berbuat baik kepada orang lain adalah, kita akan selalu memandang bahwa orang lain juga melakukan yang sama kepada kita. Sehingga hati jadi lapang dan tenang. Potensi konflik minim.

 

Karena apa dugaan kita tentang bagaimana orang memandang kita,

akan tergantung dari bagaimana biasanya

kita memandang, berfikir tentang orang lain. Juga dari apa yang biasa katakan dan lakukan pada orang lain.

 

Misalnya, jika kita menganggap semua orang itu pada dasarnya baik, kita pun akan menganggap, orang lain juga berfikir yang sama.

Maka ketika orang lain melakukan kesalahan, kita lebih mudah untuk melihat sisi baiknya, dan mudah melapangkan hati dan memaafkan kesalahannya.

Jika pun kesalahanya besar, kita akan menganggap itu sebagai sesuatu yang diluar kemauannya, karena yakin bahwa, pada dasarnya ia baik. Dan kita masih punya kelapangan untuk mendoakannya.

Hidup jadi lebih positif dan tenang, tidak mudah dipusingkan oleh prilaku orang lain.

 

Sebaliknya, jika kita sering berfikir dan memandang orang dengan negatif.

Cenderung mengatakan dan melakukan hal-hal yang buruk kepada orang lain,

kita akan merasa, orang lain juga punya pandangan, fikiran yang sama.

Juga melakukan hal yang sama.

 

Misalnya, jika kita suka pamer,

maka ketika melihat orang memakai

atau menunjukkan apa yang dia punya,

kita akan berfikir bahwa dia sedang pamer. Begitulah seterusnya.

 

Karena itu, jagalah selalu kebeningan hati.

Segera bersihkan dan luruskan kesalahan yang kita lakukan, baik dalam memandang, berfikir, berkata, maupun berbuat kepada orang lain.

 

Allah ta'ala telah memberikan kita fasilitas untuk menjaga kebeningan hati.

Berupa ibadah wajib maupun sunnah, doa, dzikir, termasuk istighfar dan taubat,dll.

 

Sibukkan diri kita lewat beragam fasilitas itu.

 

Agar kita bahagia.

Dan kita tidak tersiksa atas keburukan kita sendiri.


Komentar

Postingan Populer