DI TENGAH SEMARAKNYA ILMU
Sahabat Salman Al Farisi -radhiallahu anhu- berkata:
"Ilmu itu banyak, sementara umur kita pendek,
maka ambillah ilmu
yang engkau butuhkan dalam urusan agamamu,
dan tinggalkan selainnya, jangan disibukkan dengannya".
(Tahdzib Hilyatul Auliyaa 1/161).
Seorang penuntut ilmu syar'i hendaknya disibukkan oleh perjuangan untuk mengamalkan satu ilmu yang telah sampai kepadanya. Bukan sekedar disibukkan untuk mengumpulkan ilmu.
Karena,
Setelah menuntut ilmu, kita membutuhkan energi, terutama energi mental yang besar untuk mengamalkannya dan meningkatkan ibadah.
Kita bisa mengamalkan ilmu, bukan hanya karena tahu, tapi karena mau. Dan rasa "mau" ini, hanya bisa hadir,ketika hati sehat, oleh ilmu yang diamalkan dan semarak ibadah didalamnya. Terutama ibadah-ibadah hati.
Banyak pergolakan yang akan terjadi di dalam jiwa.
Seringkali, ketika menghabiskan terlalu banyak waktu dan energi (fisik maupun mental) untuk mengumpulkan ilmu, kita akan kelelahan dan kehabisan energi untuk mengamalkannya.
Kita seringkali lupa bahwa bertambahnya ilmu para ulama salaf ash shalih terdahulu, justru disebabkan oleh kekuatan pengamalan ilmu dan ibadah yang mereka lakukan.
Selain itu, yang akan dihisab adalah pengamalan ilmu yang sudah sampai. Bukan jumlah ilmunya.
Maka, pilah dan pilihlah ilmu apa yang akan kita ambil, berdasarkan apa yang paling kita butuhkan untuk perbaikan diri kita saat itu.
Wallahu a'lam.



Komentar
Posting Komentar