BUKANKAH DIA JUGA MANUSIA?

 

                                        

 



Kemarin, seorang gadis belia meninggal dunia, setelah mengakhiri hidupnya sendiri.

Sebagian orang merespon dengan prihatin, tapi ada juga yang malah mengejek dan mencaci , "Sudah mati bukan diatas Islam, matinya kayak gitu lagi".


Bagaimana harusnya menyikapi kesalahan yang dilakukan orang lain, semisal kasus diatas? 

Dan bagaimana menyikapi jenazah dan kematian orang secara umum, termasuk yang beragama lain?

 

🌀Mengejek dosa orang lain

“Siapa yang menjelek-jelekkan saudaranya karena suatu dosa, maka ia tidak akan mati kecuali mengamalkan dosa tersebut.”

(HR. Tirmidzi)

 

Maka takutlah mengejek dosa orang lain.

Islam tidak mengajarkan kita untuk menjadi orang yang berbangga karena tidak (atau belum) berbuat dosa yang sama.

 

Kita tidak melakukan dosa yang kita lihat itu, bukan karena kehebatan kita, tapi semata karena pemberian dari Allah. Malah seharusnya, kita merasa takut, jika Allah mencabut pemberian itu, dan membuat kita melakukan dosa yang sama dengan yang kita lihat itu.

 

Ketika melihat orang melakukan dosa, seharusnya kita menasehati langsung, jika tidak bisa, doakan agar yang melakukan dosa itu, dibantu Allah taala, agar bisa keluar dari dosa tersebut.

 

Apalagi orang yang telah meninggal. Ia memiliki hak untuk lebih dijaga kehormatannya. Karena sudah tak sanggup lagi membela dirinya. Dan itu bisa menyakiti hati kerabatnya yang masih hidup. Lagipula, hisab ada di tangan Allah.

 

Dari ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

لاَ تَسُبُّوا الأَمْوَاتَ، فَإِنَّهُمْ قَدْ أَفْضَوْا إِلَى مَا قَدَّمُوا

 

“Janganlah kalian mencela mayat karena mereka telah menjumpai apa yang telah mereka kerjakan.” (HR. Bukhari no. 1393)

 

“Janganlah kalian menghina mereka yang sudah mati, sehingga kalian menyakiti mereka yang masih hidup.” (HR. Tirmidzi no. 1982, shahih)

 

“Maksudnya, janganlah mencela mereka, dan janganlah menyebut-nyebut kejelekan mereka. Hal ini karena mereka telah menjumpai apa yang telah mereka kerjakan, meskipun orang yang sudah meninggal tersebut adalah orang fasik semasa hidupnya dan mati di atas kefasikannya. Maka Engkau tidak boleh mencela dan menghina kefasikan mereka. Hal ini karena mereka telah menjumpai apa yang telah mereka kerjakan, dan hisab mereka di tangan Allah Ta’ala.” (Syaikh Al Utsaimin)

 

🌀Menyikapi jenazah

 

Nabi berdiri jika ada jenazah yang melewati beliau.

 

"Sesungguhnya kematian itu menakutkan. Maka, jika kalian melihat jenazah, berdirilah”

 (Diriwayatkan oleh Muslim).

 

Bahkan sekalipun jenazah orang non muslim, beliau tetap berdiri.

 

Dari ‘Abdurrahmaan bin Abi Lailaa, ia berkata : Sahl bin Hunaif dan Qaid bin Sa’d pernah bertugas di Al-Qaadisiyyah.

Lewatlah jenazah di hadapan mereka, lalu keduanya pun berdiri. Dikatakan kepada mereka berdua :

“Sesungguhnya jenazah itu adalah orang dari kalangan Ahludz-Dzimmah (non muslim yang tidak memerangi umat islam)

Mereka berkata : “Sesungguhnya pernah lewat satu jenazah di hadapan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau berdiri.

Dikatakan kepada beliau : ‘Sesungguhnya ia adalah jenazah orang Yahudi’. Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Bukankah ia juga manusia? ” (Diriwayatkan oleh Bukhaariy no. 1313, Muslim no. 960, An-Nasaa’iy no. 1921, dan yang lainnya)

 

Maka, jangankan mencaci orang yang sudah meninggal, nabi bahkan berdiri jika jenazahnya lewat. Bahkan sekalipun yang meninggal itu adalah non muslim. Karena Nabi mengajarkan kita untuk menghargai kemanusiaan.

 

Kita adalah ummat Nabi.

Mari jadikan Nabi sebagai panduan kita menyikapi segala sesuatu.

 

Allahumma shalli alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad

 

Makassar

17 juli 2020

arianyarief.blogspot.com

Komentar

Postingan Populer