UNTUK APA UMUR PANJANG?

 

                                             

 



“Wahai Rasûlullâh, siapakah manusia yang terbaik?” Beliau menjawab, “Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya”. Dia bertanya lagi, “Lalu siapakah orang yang terburuk?” Beliau menjawab, “Orang yang berumur panjang dan buruk amalnya”. [HR. Ahmad; Tirmidzi; dan al-Hâkim]

 

Dari Thalhah bin ‘Ubaidillâh bahwa dua laki-laki dari Baliy(suku di Arab) datang kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keduanya masuk Islam bersama-sama.

Salah satunya lebih giat daripada yang lain.

Orang yang sangat giat dari keduanya itu ikut berperang lalu mati syahid.

Sedangkan yang lainnya hidup setahun setelahnya, lalu meninggal dunia.

Thalhah berkata, “Aku bermimpi, ketika aku sedang berada di pintu surga, aku melihat keduanya. Tiba-tiba ada seseorang keluar dari dalam surga, lalu mengidzinkan orang yang mati terakhir dari keduanya (untuk masuk surga lebih dahulu, lalu orang itu masuk lagi ke dalam surga-pen).

Lalu dia keluar lagi dari surga, lalu mengidzinkan orang yang mati syahid (untuk masuk surga -pen). Lalu dia menemuiku kemudian berkata, “Kembalilah, karena sesungguhnya belum datang waktu untukmu (boleh masuk surga)”.

Besoknya Thalhah menceritakan kepada orang-orang dan mereka keheranan.

Hal itu sampai kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , mereka menyampaikan cerita itu kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dari sisi mana kalian heran?”

Mereka menjawab, “Wahai Rasûlullâh, orang yang satu ini lebih giat dari yang lain, lalu dia juga mati syahid, tetapi orang yang terakhir (meninggal) itu (yang justru) masuk surga lebih dahulu”.

Maka Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “

Bukankah dia (orang yang terakhir mati itu) masih hidup setahun setelahnya?”

Mereka menjawab, “Ya”.

Beliau bersabda lagi,

“Dan (bukankah) dia telah menemui bulan Ramadhân lalu berpuasa Ramadhân, dan dia telah melakukan shalat sekian banyak sujud di dalam setahun?”

Mereka menjawab, “Ya”.

Maka Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jarak antara keduanya lebih jauh dari jarak antara langit dan bumi”. [HR. Ibnu Mâjah]

 

Jadi,apakah kita bisa meminta umur panjang? Bisa. Tapi jangan hanya sekedar umur panjang, karena jika hanya umur panjang namun tidak untuk diisi dengan kebaikan, ia hanya menambah berat timbangan keburukan kelak di akhirat nanti. Mintalah dipanjangkan umur dalam ketaatan. Agar ia bermanfaat, bukan justru memudharatkan kita kelak.

 

Komentar

Postingan Populer