APA YANG TERJADI PADA HARI ARAFAH ?
Tidak ada hari di mana Allâh Azza wa Jalla membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para malaikat dan berkata: Apa yang mereka inginkan?”
[HR. Muslim no. 1348]
"..dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para malaikat dan berkata: Apa yang mereka inginkan?” [HR. Muslim no. 1348]
Allah 'azza wa jalla turun ke langit dunia lalu mengabulkan permintaan hamba-hamba-Nya di hari itu..
Turun dan mendekatnya Allah taala dari hamba-hamba-Nya di hari Arafah menunjukkan banyaknya kebaikan, keberkahan dan turunnya rahmat Allah..
Kepada para jamaah haji,
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
"Sungguh engkau mendapatkan dari pahala apabila kamu telah berangkat ke Ka’bah.
Maka tidaklah kamu dan kendaraanmu mengangkat kaki atau meletakkannya kecuali ditulis untukmu satu kebaikan dan diangkat untukmu satu derajat.
Adapun wukufmu di Arafah,
maka Allah berfirman kepada para Malaikat,
Wahai para Malaikat mengapa hambaKu datang?
Mereka menjawab:
Mereka datang menceri keridhan Engkau dan syurga.
Lalu Allah befirman, Sungguh Aku bersaksi kepada diriKu dan makhlukKu bahwa Aku telah mengampuni dosa mereka sejumlah hari-hari setahun dan sejumlah tetesan hujan dan sejumlah pasir yang saling bertumpuk-tumpuk.
Sedangkan lemparanmu batu jamrah maka Allah berfirman: (yang artinya),
Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. As-Sajdah/32:17).
Sedangkan cukuran kepalamu,
maka tidaklah ada satu helaipun dari rambutmu jatuh ke tanah kecuali akan menjadi cahaya bagimu di hari kiamat.
Adapun Ka’bah bila kamu tinggalkan maka kamu keluar dari dosamu seperti hari ibumu melahirkanmu.
(HR ath-Thabrani)
"Sesungguhnya Allah berbangga kepada para malaikat-Nya pada sore Arafah dengan orang-orang di Arafah, dan berkata: “Lihatlah keadaan hambaku, mereka mendatangiku dalam keadaan kusut dan berdebu” (HR. Ahmad)
Meski Allah tidak membutuhkan ibadah hamba-hamba-Nya, Allah tetap memberikan apresiasi yang sangat besar, dengan membangga-banggakan hamba-hamba-Nya yang melakukan perjalanan yang berat, hingga sampai ke Arafah.
Hamba-hamba yang di awal penciptaaannya diragukan oleh para malaikat, ternyata bisa melakukan sebuah perjalanan jasad dan ruhiyah yang demikian tinggi, untuk Allah semata...
"Sesungguhnya Allah Tabaaraka wa ta’ala turun kelangit dunia lalu berbangga bangga dengan kalian dihadapan Malaikat dengan berfirman:
Hambaku datang kepadaku dalam keadaan kusut dari semua penjuru yang kauh mengharapkan rahmatKu.
Seandainya dosa-dosa mereka sejumlah pasir atau seperti tetesan hujan atau buih lautan pasti mengampuninya atau aku mengampuninya."
(HR al-Bazzaar, hadits hasan)
"..sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para malaikat dan berkata: Apa yang mereka inginkan?” (HR. Muslim)
"Sebaik-baiknya doa adalah doa pada hari Arafah.. " (HR. Tirmidzi)
Dalam hadits riwayat Muslim diatas, Allah Ta’ala bertanya kepada Malaikat, “Apa yang mereka inginkan?”.
Ini disampaikan untuk memberikan semua yang mereka inginkan dan mengijabahi semua permintaan mereka.
Dalam sebuah hadits hasan, kepada para jamaah haji, Allah taala berfirman (yang artinya) :
"Berangkatlah kalian dari Arafah wahai hamba-hambaKu dalam keadaan kalian terampuni dan orang yang kalian syafaatkan (mintakan permintaan mereka)
(HR al-Bazzaar no. 6177)
Karena itu, hendaknya seorang muslim meluangkan waktunya untuk memperbanyak doa, dzikir dan istighfar pada hari yang agung ini.
Mendoakan dirinya, kedua orang tuanya, keluarga dan kaum muslimin dalam kedaan yakin diqabulkan dan yakin bahwa Allah tidk akan menolak permintaannya dan tidak akan mengecewakan harapannya.
Abdullah bin al-Mubaarak berkata, Aku mendatangi Sufyaan ats-Tsauri siang hari Arafah dalam keadaan beliau berdiri diatas kedua lututnya dan bercucuran air matanya, lalu aku menangis dan beliau melihat kepadaku seraya berkata,
Ada apa kamu?
Aku menjawab: Siapakah orang yang ada di wukuf ini yang paling buruk keadaannya?
Sufyaan menjawab, Yang berprasangka bahwa Allah tidak mengampuni mereka.
(Dibawakan Ibnu Abi ad-Dunya dalam Husnu azh-Zhan Billahi hlm 96).
Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu” (HR. Muslim no. 1162)
Cepatnya pengabulan doa dan ampunan pada hari ini, bukan hanya didapatkan oleh jamaah haji, tapi juga bagi yang tidak berhaji. Karena itu, para salaf sebagian mengambil waktu untuk menyendiri untuk bersepi dengan Allah, larut dalam doa Dzikir dan istighfar kepada Allah..
Para salaf dahulu saling memperingatkan pada hari Arafah untuk sibuk dengan ibadah dan memperbanyak do’a serta tidak banyak bergaul dengan manusia.
‘Atho’ bin Abi Robbah mengatakan pada ‘Umar bin Al Warod, “Jika engkau mampu mengasingkan diri di siang hari Arafah, maka lakukanlah.” (Ahwalus Salaf fil Hajj, hal. 44)
Rasakan getaran lantunan doa dan dzikir oleh oara jamaah haji yang sedang wuquf, dimulai dari siang hari selepas matahari tergelincir ke barat (masuk shalat Zhuhur) hingga terbenamnya matahari.
****
Tergambar sebuah hikmah, betapa Allah ingin orang yang tidak berhaji, bisa merasakan gelombang imani yang demikian dahsyat, yang dirasakan oleh para jamaah haji, yang puncak dari seluruh ritualnya berpusat di Arafah..
Maka hati yang merindu akan kedekatan kepada Allah Yang Maha Agung dan Mulia, begitu mengharu biru pada hari yang mulia ini.
Ini adalah hari dimana semua perjalanan ruhani kita melalui berbagai ibadah sejak awal Dzulhijjah, mencapai puncaknya dengan puasa Arafah
Perintah untuk menjadi demikian intensif pencariannya akan cinta Allah sejak awal Dzulhijjah, menemukan muaranya pada hari ini, yang akan dilanjutkan dengan mengalirkan darah untuk Allah di hari An nahr (hari penyembelihan) esok..
Betapa indahnya perjalanan imani para jamaah haji, dan kita yang tak berhaji, sangat perlu merasakan getaran rasa yang sama.
Dan perintah berpuasa arafah bagi yang tidak berhaji, dan diperintahkannya memperbanyak doa dan dzikir, terutama dari sejak awal dhuhur hingga terbenamnya matahari, telah menjadi media yang sangat kuat untuk itu.
Pandanglah langit
Langit hari ini adalah di hari Arafah yang mulia
Langit yang sama dengan yang menaungi para jamaah haji yang berkemul debu untuk mendekatkan diri kepada Allah
Rasakan getaran iman yang sama dengan para jamaah haji..
Dan disitulah puncak ketenangan dan kebahagiaan yang hakiki..
Yaitu ketika hati berada dalam posisi yang terdekat dengan Allah, melalui lantunan doa dan dzikir yang dalam..
Rasakan rahmat, berkah dan ampunan Allah yang melimpah
pada hari yang agung ini..
Menepilah sejenak dari manusia, untuk merasakan semua keindahan iman ini.
Habiskan waktu yang mulia ini dalam kebersamaan yang indah bersama Allah, sebagaimana yang dirasakan saudara-saudara kita yang tengah menjalani puncak ibadah hajinya: wuquf di Arafah..
Gelombang iman itu sedang besar besarnya hari ini..maka ikutlah dalam gelombang rasa itu..
Ya Allah, betapa agungnya hari-Mu hari ini..
Betapa besar karunia-Mu mengizinkan kami masih bisa menghirup udara di hari Arafah-Mu..
Jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang ikut terbebaskan dari api neraka
Dan jadikanlah hari ini momentum iman yang besar untuk kehidupan kami selanjutnya..
Aamiin...
*Dirangkum dari berbagai sumber
*Bebas untuk dibagikan
Barakallahu fiikum





Komentar
Posting Komentar