MENJAGA FOKUS HIDUP DENGAN BIJAK MENYIKAPI PUJIAN

Fokus hidup seorang muslim adalah semata-mata beribadah kepada Allah ta'ala, dengan ikhlas.  Menjauhi syirik kepada-Nya
Salah satu wujudnya yaitu dengan menjauhi riya' (ingin dipuji dan mendapat citra positif) dan ujub (kagum pada diri sendiri).


Namun fokus itu kadang mengalami tantangan ketika amal kita mendapatkan pujian dari orang lain.

Pujian itu bisa merusak keikhlasan kita, mengubah fokus hidup kita yang tadinya ikhlas, menjadi mencintai dan terus mengharapkan pujian dan terus terjaga citra positifnya.

Akhirnya, hidup yang awalnya merasakan pengawasan Allah, berubah menjadi hidup di bawah bayang-bayang pengawasan mata manusia.
Melakukan amal dan menghindari dosa, bukan labgi karena Allah , tapi karena ingin tetap mendapat citra positif dan takut dicela.
Naudzubillah..

Karena itulah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan kita doa ketika mendapatkan pujian. Untuk mengingatkan diri kita sendiri, dan menjauhkan kita dari tertipu dengan pujian orang.

Kitalah yang mengetahui hakikat diri kita yang sebenarnya.
Kadang badan kita yang melakukan amal yang akhirnya mendapatkan pujian. Namun kita sendiri tahu, hakikatnya, ada dosa yang terselip dalam fikiran kita.
Ketika hasil fikiran kita dipuji, kita tahu bahwa hakikatnya, ada dosa yang sedang menyeruak di kedalaman hati kita.Mungkin niat yang melenceng. Mungkin ada cinta yang tak halal. Demikianlah seterusnya.

Karena itu, tentang ini, banyak pesan-pesan para salafus shalih:
 Dari Muhammad bin Wasi' :
Luqman berkata kepada anaknya:
Wahai anakku, bertakwalah kepada Allah. 

Janganlah engkau menunjukkan kepada  manusia bahwa engkau orang yang takut kepada Allah agar mereka menghormatimu, padahal hatimu buruk." (Damnur riya')

"Ada bebrapa orang yang tertipu dengan tutupan Allah. 

Terkecoh dengan pujian yang bagus. 
Janganlah ketidaktahuan orang lain tentang dirimu, mengalahkan pengetahuanmu tentang dirimu." (Khalid bin Shafwan)

Semoga Allah menjaga kita
Dan untuk itu, kita bisa berikhtiar dengan lebih banyak beristighfar, 

memperbanyak doa dan dzikir, 
menyembunyikan amal, 
mengurangi bicara dan tingkah ketika berkumpul dengan manusia, 
mengurangi waktu berkumpul dengan manusia dan mencari waktu sepi untuk introspeksi diri. 

Wallahu a'lam

Komentar

Postingan Populer