SUDAH BELAJAR ISLAM, MENGAPA MASIH SAJA MUDAH STRES?





Saudariku, mari lihat kembali kehidupan yg sdg kita jalani sekarang.
Setelah blajar islam sekian tahun. Orang-orang melabeli kita "akhwat". 
Namun jika kehidupan terasa sempit. Hati sempit. Sehingga hati mudah sesak dan fikiran mumet dengan masalah. Sedikit-sedikit stress.  Mudah bete. Marah.  Hidup lebih sering susah hati daripada bahagia dan lapang. Hidup seperti berpindah dan satu ruwetnya masalah ke masalah yg lainnya. Mari kita perhatikan, seberapa jauh keyakinan kita untuk hidup diatur oleh Al qur'an.

Apakah ketika kita sudah rela untuk penampilan kita diatur oleh Islam, kita pun rela, ketika gaya hidup kita yang hedonis, diminta untuk beralih menjadi lebih zuhud dan berani memberikan rezki kita kepeada yang membutuhkan?

Kadang ada yang sudah belajar Islam,terus menambah ilmu, namun masih tetap ingin mempertahankan pola hidupnya yang mementingkan aktualisasi diri. Sehingga ketika Islam mengingatkan agar wanita tidak keluar rumah kecuali untuk hal-hal yang mendesak, ia abaikan saja.

Kadang dengan bertambahnya Ilmu, kita ingin menjadi seshalih apa yang kita pelajari, namun kita tidak mau mengubah hidup kita menjadi lebih bekerja kerasa dan mengurangi santai. Kita ingin menjadi shalih, tanpa usaha melalui melatih diri dengan ibadah, melewati tantangan-tantangan keikhlasan,kesabaran,dst.

Padahal Islam bukan hanya tentang belajar dan berdakwah. tapi bagaimana terus berusaha mengamalkan seluruh perintah-Nya. 

Sabar, ikhlas, menjaga kebersihan hati,dst. Karena ingin terus belajar, beramal dan berdakwah, tapi mengabaikan sebagian sisi-sisi islam, terutama perintah dan larangan yang berkaitan dengan amalan hati. 

Ingin sampai pada keshalihan, tapi melewatkan mekanisme untuk menjadi shaleh. Tidak bisa sabar menapaki tangga-tangga keshalihan itu, maka bisa jadi, inilah sumber kesempitan hidup seorang muslim. Terutama yang telah belajar islam secara intensif.
Di dalam Alqur'an, kita diajak utk menyerahkan selera,gaya hidup, pola pikir, selera,obsesi dan hidup kita sehari-hari kepada aturan Allah dan Rasul-Nya..
 
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” [Al-Baqarah : 208]


Dan Allah Subhanahu wa ta'ala mengingatkan kita dari karakter Yahudi agar kita tidak mengikuti dan mendapatkan hukuman yang sama:

“ Apakah kalian ini mau beriman kepada sebagian Al Kitab(Taurot) sementara kalian tidak mau beriman, tidak mau mengamalkan dengan syari’at yang lainnya,tidaklah balasan bagi orang-orang yang berbuat seperti ini diantara kalian,kecuali kehinaan di dunia. Dan pada Hari Kiamat nanti mereka akan dikembalikan ke sekeras-keras adzab. Tidaklah Allah sekali-kali lalai dari apa yang kalian lakukan. ” (Al-Baqarah : 85).


Sudahkah kita rela utk 100% mau diatur dgn itu?. 

 Sudahkah kita 100% percaya, bhwa ketika semua yang ada pada kita, diatur sepenuhnya oleh Allah dan rasul-Nya, -baik scr syar'iyyah maupun kauniyah, maka Dia tidak akan membuat hidup kita susah. Sempit. Sunyi. Tidak seru?   
                  
Ataukah akan kita serahkan  sebagian untuk diatur oleh Al qur'an dan sunnah,namun sebagian ada yg msh ingin kita atur sendiri. Atau kita berikan kendalinya kpd manusia lain. Mgkn kpd menejer kita. Ketua kita. Anak kita. Bisnis kita?
Maka marilah kita renungkan peringatan Allah ini :
"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit(QS.20:124)
Peringatan ini berlaku bagi siapa saja. Untuk yang belum, maupun yang sudah belajar islam. 

Jika seseorang telah belajar Islam, namun tetap merasakan penghidupan yang sempit, maka mari kita muhasabah kembali. 

Mungkin ada bagian dari hidup kita yang belum kita serahkan untuk diatur oleh Allah subhanahu wa ta'ala..

Jika demikian, koreksi diri yang jujur, dan usaha untuk mengembalikan hati.
Agar ia mau tunduk untuk diserahkan seutuhnya untuk menerima pengaturan Allah.
Dengannya, kita akan mampu memperbaiki ketenangan dan kebahagiaan hati kita.

Komentar

Postingan Populer